Dessert Vegan? Emang Enak??

Jujur awalnya aku cukup skeptis waktu pertama kali dengar kalau semua dessert di Rumah Juliet itu vegan. Di kepala aku langsung kebayang dessert yang “healthy”, terlalu padat, atau somehow ada rasa yang beda dari dessert biasa. Tapi ternyata… aku salah total.

Cafe ini menurut aku punya konsep yang unik karena mereka fokus jual vegan dessert, tapi bukan tipe yang terasa terlalu “healthy” sampai mengorbankan rasa. Surprisingly, hampir gak ada perbedaan rasa dibanding dessert non vegan yang biasa aku makan. Kalau gak dikasih tahu pun mungkin aku gak akan sadar.

Pilihan dessert mereka juga lumayan banyak dan menarik. Mulai dari donat, salt bread, pie, cake, sampai menu yang lagi viral seperti butter tteok dan dubai chewy cookie, semuanya dibuat versi vegan. Menurut aku itu keren sih, karena biasanya dessert viral identik banget sama dairy dan butter.

Waktu ke sana aku akhirnya memutuskan buat coba donat classic dengan taburan meses. Sesimpel itu, tapi ternyata enak banget. Teksturnya lembut, gak terlalu manis, dan yang paling penting gak berminyak. Kadang donat vegan suka terasa berat atau agak kering, tapi yang ini surprisingly ringan dan nyaman dimakan. Toppingnya juga pas, gak bikin eneg.

Selain dessert, mereka juga ternyata jual makanan berat yang non vegan. Jadi kalau datang sama teman yang gak terlalu tertarik dessert vegan pun masih tetap ada pilihan makanan lain.

Untuk tempatnya sendiri, menurut aku lebih cocok buat datang sebentar dibanding nongkrong lama. Cafenya cukup kecil, jadi suasananya agak sempit kalau lagi ramai. Waktu aku datang juga lumayan banyak orang yang lagi kerja sambil buka laptop. Mereka menyediakan wifi dan colokan, jadi memang cocok buat WFC singkat atau sekadar cari tempat nugas sebentar.

Overall, pengalaman pertama aku ke Rumah Juliet cukup memorable karena berhasil mengubah pandangan aku soal vegan dessert. Ternyata vegan bukan berarti rasanya harus “beda”. Malah kalau kualitasnya bagus, rasanya bisa tetap comforting dan familiar seperti dessert biasa.

By: Valensia Huang

Komentar

Postingan Populer