Aming Coffee: Filosofi "Kosong" di Tengah Hiruk Pikuk Pasar Baru Jakarta Pusat
AMING COFFE: FILOSOFI "KOSONG" DI TENGAH HIRUK PIKUK PASAR BARU JAKARTA PUSAT
Di era di mana kedai kopi berlomba-lomba menjadi spot Instagrammable dengan tanaman monstera dan dinding bata ekspos, Aming Coffee di Raffles Square memilih jalan yang berbeda. Justru di situlah letak daya tariknya yang unik: keberanian untuk menjadi "biasa" di tempat yang luar biasa.
Berlokasi persis di Jl. Ir. H. Juanda No.1, Jakarta Pusat, kedai ini tidak berteriak minta perhatian. Tidak ada lampu neon yang mencolok atau furnitur desainer. Namun, bagi mereka yang lelah dengan kepalsuan estetika kafe masa kini, Aming Coffee adalah oase keterbukaan.
Ruang Tanpa Pretensi.Menyebut Aming Coffee sebagai "kedai kopi" mungkin lebih tepat daripada "kafe". Suasananya dirancang seperti ruang tamu tua yang nyaman. Di sinilah letak keunikan pertama: Aming Coffee tidak berusaha menjadi sesuatu yang bukan dirinya.
Sementara kafe lain di sekitarnya sibuk menghadirkan live music atau konsep florist, Aming Coffee hanya mengandalkan esensinya: kopi dan percakapan . Di meja-meja sederhana, Anda tidak akan menemukan orang yang sibuk taking picture untuk konten media sosial. Yang ada hanyalah warga lokal, pekerja kantoran yang sedang take a break, dan para komuter Stasiun Juanda yang sedang menunggu jadwal kereta .
Lokasi Aming Coffee sangat strategis, berada tepat di poros antara Stasiun Juanda yang bersejarah dan Pasar Baru yang legendaris. Ini adalah titik di mana masa lalu dan masa kini Jakarta bertabrakan.Karena itulah tempat ini adalah zona netral antara hiruk pikuk peron dan kerasnya jalanan ibu kota. Jam operasionalnya yang buka mulai pukul 07.00 pagi sangat ramah bagi para pejuang KRL yang butuh suntikan kafein sebelum berdesakan di kereta dan para pejalan kaki ini adalah "base camp" yang sempurna sebelum menjelajahi toko-toko tua di Pasar Baru.
Menu Tanpa Gimmick
Di Aming Coffee, Saudara tidak akan menemukan kopi dengan topping marshmallow atau krim keju yang tingginya 10 cm. Pilihan di sini adalah minuman-minuman otentik yang menghangatkan jiwa.
Selain racikan kopi hitam dan susu klasik, mereka menyajikan menu yang cukup langka ditemui di coffee shop modern: Vietnam Coffee dan Teh Tarik . Kehadiran Teh Tarik di kedai kopi bernama "Aming" ini menciptakan identitas hibrida yang menarik: ia adalah kedai kopi Nusantara sekaligus gerai kaki lima pinggir jalan yang beradab.
Untuk pendamping, jangan lewatkan pisang goreng dan roti panggang ,makanan sederhana yang teksturnya sulit ditiru oleh kafe kekinian yang menyajikan sourdough buatan luar negeri .
Antara "Flash" dan "Aming"
Menariknya, Raffles Square saat ini menjadi medan pertempuran kecil antara dua ekstrem . Di satu sisi ada Flash Coffee dengan warna kuning menyala dan sistem digitalnya yang cepat . Di sisi lain ada Aming Coffee yang lambat, manual, dan tanpa aplikasi.
Aming Coffee mengajarkan kita sebuah filosofi: Tidak apa-apa menjadi yang paling sederhana di deretan ruko yang sama. Karena terkadangan yang paling menonjol adalah yang tidak ingin menonjol sama sekali.
Jl. Ir. H. Juanda No. 1, Gambir, Jakarta Pusat (Area Raffles Square)
By: Andrean


Komentar
Posting Komentar